Cara Mudah Subnetting

Tutoial cara mudah melalukan subnetting

 

https://www.youtube.com/watch?v=D_jJaP5Z3kk

Video | Posted on by | Meninggalkan komentar

MAKALAH PENDEKATAN SYSTEM

MPENDEKATAN SYSTEM DALAM PENANGANAN INFORMASI TEKNOLOGI KEJURUAN STUDI KASUS: MODEL PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

 

Di era yang dinamis dan modern ini Sistem Informasi merupakan salah satu hal vital dalam membatu perkembangan suatu organisasi. Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah sisitem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan guna membantu manajer maupun non-manajer dalam pembuatan keputusan untuk organisasi tersebut.

Menurut (Wahab, 2008:149), ada lima hal yng dapat memberikan tekanan terhadap tuntutan pengembangan sistem informasi bagi organisasi-organisasi sosial seperti halnya organisasi pendidikan:

  1. Peningkatan volume pekerjaan tulis menulis. Dalam hal ini penanganan kesanggupan pada kebanyakan organisasi makinmembebani dikatenakan oleh:
  2. Semakin besar dan rumitnya organisasi;
  3. Bertambahnya tuntutan terhadap data data yang bersumber dari luar;
  4. Permintaan informasi yang banyak
  5. Permintaan ketepatan waktu. Dalam pertambahan volume informasi, sering terjadi berkurangnya kecepatan dalam pemrosesan data.
  6. Permintaan peningkatan kualitas. Banyak administrator pendidikan bertanggungjawab, mengawasi semua kegiatan didalam organisasi pendidikan. Manaka suatu pengolahan data tertahan dan melampaui kemampuan rencana semula maka ketidak akuratan akan muncul.
  7. Tekanan dari perubahan lingkungan luar. Perubahan-perubahan kebijakan dibidang pendidikan dan kerumitan-kerumitan implementasi kebijakan tersebut melahirkan tekanan untuk pemenuhan kebutuhan sistem informasi yang baik.
  8. Biaya, Peningkatan pembiayaan pekerjaan, material dan ongkos-ongkos lain bertalian dengan operasi pengolahan data akan menuntut perhatian para pimpinan.

Informasi dibutuhkan manusia untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan hidup manusia, termasuk kehidupannya dalam menyelesaikan pekerjaan dibidang pendidikan. Pekerjaan infomasi inilah yang mendukung setiap kegiatan manusia. Dengan berkembangnya teknologi komputer sebagai alat pengolah data menjadi informasi, maka pekerjaan informasi yang rumit dalam kependidikan sangat banyak mengalami perubahan dan kemudahan. Sebagaimana pekerjaan lainnya maka pekerjaan informasi menggunakan prinsip-prinsip manajemen.

  Rumusan Masalah

Beberapa rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:

  1. Bagaimanakah penanganan informasi di Sekolah Menengah Kejuruan
  2. Bagaimana peranan manajemen/kepala sekolah dalam penanganan informasi?
  3. Bagaimana mengembangkan Sistem Informasi di SMK dari manual menjadi terkomputerisasi.
  4. Model pengembangan Sistem Informasi apa yang sesuai di pakai pada SMK

 

  1. Tujuan

Adapun tujuan yang diharapkan dalam pembahasan rumusan masalah di atas antara lain:

  1. Untuk mengetahui tipe-tipe informasi di Sekolah Menengah Kejuruan
  2. Untuk mengetahui Bagaimana Bagaimana peranan kepala sekolah / manajemen dalam penanganan informasi di Sekolah Menengah Kejuruan.
  3. Untuk mengetahui pengembangan Sistem Informasi di manual menjadi terkomputerisasi di SMK
  4. Model pengembangan Sistem Informasi apa yang sesuai di pakai pada SMK

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Konsep Dasar Sistem

Carmichael  (2014), dalam jurnalnya mengatakan “Sistem adalah seperangkat unsur yang terkait atau berinteraksi”, bukan hanya berkaitan antar elemen, namun lebih dari itu:

“System is a set of related or interacting elements.  But not just any aggregation of elements will do – a ‘system’ must be more than just the sum of the parts; and it must serve a purpose that is useful from a system user’s point of view.  This is why a good quality system is a feedback-controlled system.”

 

Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang lebih menekankan pada prosedur dan elemennya. Prosedur didefinisikan sebagai suatu urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya, Al-Bahra (2015).  Penganut pendekatan elemen adalah Davis (1985) yang mendefinisikan sistem  sebagai bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud. Sedangkan Lucas (1989) dalam buku Al-Bahra (2015)  mendefinisikan sistem sebagai suatu komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling bergantung, satu sama lain dan terpadu. Sebuah sistem mempunyai tujuan atau sasaran. McLeod berpendapat, sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untukg mencapai suatu lujuan. Begitu pula Robert G. Murdick (1993), mendefinisikan sistem sebagai seperangkat elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur didefinisikan, bahwa sitem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumnpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Gerald. J. 1991).

Lebih lanjut pemahaman tentang sistem pertama kali dapat diperoleh dari pengertian dan definisinya. Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan pendekatan terhadap sistem yang akan dianalisis. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari komponen atau elemen-elemen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya. Definisi ini lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem memang terdiri dari subsistem-subsistem. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen akan lebih mudah dipelajari untuk analisis dan rancangan sistem.

Didasarkan pada berbagai tipe sistem yang ada di alam semesta ini, Boulding (1956) menyajikan suatu klasifikasi sistem yang terdiri atas: Pertama:  sistem yang berstruktur statis atau tingkatan yang berbentuk kerangka; kedua, sistem dinamis sederhana yang ditetapkan sebelumnya, sistem ini dapat diumpakan seperti cara kerja sebuah jam; ketiga, sistem sibernetik (cybernetic), atau nama panggilannya sistem termostat  – sistem ini secara otomatis memelihara keseimbangannya sendiri; keempat, sistem terbuka; kelima, sistem genetik seperti tumbuh-tumbuhan; keenam, sistem hewani; ketujuh, sistem insani sebagai mahluk hidup; kedelapan, sistem sosial atau sistem kehidupan sosial; dan kesembilan, sistem transedental.

Dari klasifikasi Boulding tersebut, tampak bahwa tingkat  pertama, kedua, dan ketiga termasuk dalam golongan yang bersifat fisik atau sistem mekanis yang merupakan landasan ilmu pengetahuan alam. Sementara itu, tingkat keempat, kelima, dan keenam merupakan sistembiologik, seperti ilmu hayat, ilmu tumbuh-tumbuhan, dan ilmu hewan. Tingkat ketujuh, kedelapan dan kesembilan adalah sistem-sistem yang berkaitan dengan manusia dan sistem sosial.

Di dalam suatu sistem yang kompleks seperti sistem sosial termasuk di dalamnya sistem kesehatan, kejelasan hierarki atau struktur sistem sangat penting. Kejelasan istilah-istilah yang digunakan dalam satu sistem perlu disepakati oleh sekelompok orang yang akan menyusun hierarki atau struktur sistem, kelompok penyusun atau tim harus menyepakati  dahulu suatu kerangka hierarki atau struktur sistem, sub sistem, komponen, dimensi, dan variabel dari suatu masalah.

 

  1. Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen Iainnya. Karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada didalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan kedalam beberapa sudut pandang. Seperti contoh sistem yang bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat deterministic dan sistem yang bersifat terbuka dan tertutup. Adapun penjelasan lebih detail dan rinci akan dipaparkan di bawah  ini (Al-Bahra2015):

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan system. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide; ide yang tidak tampak secara fisik. Misahnya sistem teologi, yaitusistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem operasi, system penjualan, dan lain sebagainya.

 

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses alam tidak dibuat oleh manusia (ditentukan dan tunduk kepada kehendak sang pencipta alam). Misalnya sistem perputaran bumi, sistem pergantian siang dengan malam, system kehidupan umat manuisa. Sistem buatan manusia adalah system yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man machine system. Sistem informasi merupakan contoh man-machine system. Karena menyangkut pengguanaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

 

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tertentu relatif stabil/konstan dalam jangka waktu yang lama. Sistem komputer adalah contoh dari sistem terhentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan bardasarkan program yang  Sehingga dapat dikatakan sistem yang deterministik adalah sistem yang tidak pernah mengenal dan menganut prinsip demokrasi (suara terbanyak adalah suara tuhan), karena dalam sistem komputer misalnya seberapa banyaknya data yang salah yang dimasukkan (menjadi input), maka hasilnya tetap akan salah, sebaliknya satu saja data yang benar dimasukkan (rnenjadi input) diantara sekian juta data yang salah, maka hasilnya satu data tersebut akan menjadi benar. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem sosial, sistem politik dan sistem demokrasi merupakan sistem yang probalistik / tak tentu, dalam sistem politik kondisi masa depannya tidak bisa diprediksi bahkan dalam waktu beberapa jam saja sudah berubah, kawan menjadi lawan dan lawan yang selalu dihujat berubah menjadi kawan dan didukung habis-habisan.

 

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini berkerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luamya. Secara teorits sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luamya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lain. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.

 Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan  informasi. Sebagai suatu sistem, untuk dapat memahami sistem informasi, akan lebih baik jika konsep dari sistem itu dipahami terlebih dahulu. Demikian juga sebagai system penghasil informasi, maka konsep informasi perlu dipahami terlebih dahulu.  (Al-Bahra2015).

Beberapa penulis memberikan komponen komponen dari sistem infonnasi berbeda-beda dan tidak mempunyai dasar konsep yang jelas mengapa komponen-komponennya harus seperti itu. Komponen-komponen dari sistem informasi tidak boleh kurang, karena jika komponennya kurang, rnaka sistem infonnasi tersebut tidak akan mencapai tujuannya. Komponen-komponen dari sistem informasi juga tidak boleh berlebihan, karena akan tidak terpakai dan pemboroskan.

Dalam kehidupan masyarakat luas, kata “informasi” pada umumnya sudah tidak dipandang sebagai istilah asing. Di kalangan aparat pendidikan bahkan telah dipakai dalam pembicaraan keseharian, terutama  pada kegiatan-kegiatan resmi. Dalam pembicaraan umum para pembicara sering memasukkannya sebagai berita keterangan atau data. Menurut Wahab, (2008:147): Pekerjaan sistem informasi managemen yang utama adalah “mengolah data menjadi informasi”. Untuk dapat diolah menjadi infomasi sesuai dengan kebutuhan maka data harus bersifat otentik. Selanjutanya Wahab mengatakan, Data otentik adalah data yang ada tandatangan asli dengan tinta, bukan fotocopy, telegram, telex, media komputer, atau fotonya.

Data otentik gunanya sebagai fakta pengingat, yang dapat digunakan sebagai bukti data administratif, bukti hukum, bukti sejarah, bukti dokumentasi dan sebagainya. Dalam kegiatan organisasi pendidikan, data otentik merupakan bahan pembuktian yang sangat penting atau vital. Disamping direkam pada kertas, sekarang pada umumnya direkam dalam bentuk data digital. Pada umumnya pemrosesan  data pada komputer, baik itu skala besar atau kecil melibatkan 10 langkah,  Wahab,( 2008) yaitu:

  1. Capturing, yaitu pencatatan data dari suatu peristiwa atau kejadian dalam suatu bentuk, yaitu formuli-formulir.
  2. Verifying, pemeriksaan, pengecekan atau pengesahan data untuk menjamin bahwa data tersebut dapat dicatat dan diperoleh dengan cermat.
  3. Classifying, menemptakan data dalam kategori-kategori khusus yang menjadi berarti bagi pemakai.
  4. Sorting, yaitu menempatkan unsur-unsur data dalam suatu rangkaian urutan khusus atau rangkaian yang telah ditentukan sebelumnya.
  5. Summarizing, menggabungkan atau mengumpulkan unsur-unsur data secara matematika atau secara logika.
  6. Calculating, penanganan data secara ilmu hitung atau logika.
  7. Storing, menempatkan data kedalam suatu media misalnya hardisk, flashdisk, DVD, kertas, film dan sebagainya.
  8. Retrieving, pencarian data  sampai ketemu dari media penyimpanan.
  9. Reproduction, memperbanyak data dari satu media ke media lainnya atau dalam kedudukan yang lain dalam media yang sama.
  10. Disseminating-communicating, pemindahan data dari suatu tempat ketempat yang lain.

 

  1. Sekolah Menengah Kejuruan

 

Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan menengah kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. Sesuai dengan bentuknya, sekolah menengah kejuruan menyelenggarakan program-program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja (Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990).

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk  satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat. Sekolah di jenjang pendidikan dan jenis kejuruan dapat bernama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat (Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003).  SMK memiliki banyak program keahlian. Program keahlian yang dilaksanakan di SMK menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja yang ada. Program keahlian pada jenjang SMK juga menyesuaikan pada permintaan masyarakat dan pasar. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama agar siap bekerja dalam bidang tertentu. Peserta didik dapat memilih bidang keahlian yang diminati di SMK. Kurikulum SMK dibuat agar peserta didik siap untuk langsung

bekerja di dunia kerja. Muatan kurikulum yang ada di SMK disusun sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang ada. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika masuk di dunia kerja. Dengan masa studi sekitar tiga atau empat tahun, lulusan SMK diharapkan mampu untuk bekerja sesuai dengan keahlian  yang telah ditekuni.

Tujuan pendidikan menengah kejuruan menurut Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2003, terbagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum pendidikan menengah kejuruan adalah : (a) meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga Negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab; (c)  mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki wawasan kebangsaan, memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia; dan (d) mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan secara aktif turut memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan efektif dan efisien.

Tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan adalah sebagai berikut: (a) menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (b) menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya; (c) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; dan (d) membekali peserta didik dengan kompetensi kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

 

  1. Penanganan Informasi di Sekolah Menengah Kejuruan

Penanganan informasi ialah suatu totalitas yang terpadu yang terdiri atas perangkat perencanaan, perangkat komunikasi, pemakai, pengendalian dan penilaian, pengaruh mempengaruhi dan saling terobos satu sama lain dalam rangka penyediaan informasi yang berdaya guna bagi pemakai informasi dalam pelaksanaan tugasnya (Hamalik, 1993). Penangan informasi di Sekolah Mengah Kejuruan sama seperti penanganan informasi pada organisasi lainnya, dan mengacu pada teori-tori sistem informasi manajemen yang dikemukakan para ahli.

Penanganan, dalam hal ini identik dengan istilah manajemen, sedangkan manajemen itu sendiri merupakan suatu proses. Proses penanganan informasi mencangkup input, proses dan output.

  1. Komponen input (masukan), terdiri atas komponen-komponen yang lebih khusus, misalnya sasaran (pemakai) informasi, penyedia dan penyampai informasi, metode komunikasi, dana, sarana dan prasarana.
  2. Komponen proses, meliputi perencanaan, kebutuhan informasi, pengumpulan data dan informasi, penyimpanan, analisis, penyajian dan penyebarluasan.
  3. Komponen Output (hasil), yakni yang dihasilkan, penilaian terhadap informasi dan umpan balik.

Keberadaan rencana penanganan informasi bertujuan menjamin adanya deskripsi yang jelas untuk mendapatkan dan menerima informasi, Biasanya dalam rencana penanganan informasi tersedia:

  1. Deskripsi kebutuhan informasi, informasi apa yang mereka butuhkan
  2. nformasi yang perlu dikomunikasikan, termasuk format, isi dan tingkatan detail individu yang bertanggung jawab untuk mengkomunikasikannya.
  3. Informasi akan siapa yang seharusnya menerima informasi.
  4. Metodologi/ teknologi komunikasi.
  5. Frekuensi komunikasi.
  6. Proses peningkatan komunikasi dalam jangka waktu tertentu.

 

  1. Tahapan-tahapan Penanganan Informasi di Sekolah Mengah Kejuruan

Akurasi informasi merupakan hal mutlak karena informasi yang tidak akurat justru akan mempersulit proses pengambilan keputusan terutama dalam menganalisis berbagai alternatif untuk kemudian memilih salah satu di antaranya yang diyakini merupakan alternatif terbaik. Berkaitan dengan akurasinya, informasi harus dapat dipercaya. Artinya, data tidak dimanipulasi dalam pengolahannya yang apabila terjadi akan mengaburkan situasi yang sebenarnya. Perkembangan tersebut memungkinkan ditempuhnya delapan tahap penting dalam penanganan informasi, menurut Gordon B. Davis (Jogiyanto, 2009),

  1. Penciptaan Informasi
  2. Pemeliharaan Saluran Informasi
  3. Seleksi nformasi
  4. Penerimaan Informasi
  5. Penyimpanan Informasi
  6. Penelusuran Informasi
  7. Penggunaan Informasi
  8. Penilaian kritis dan umpan balik.

 

  1. Penciptaan Informasi

Teori informatika menekankan bahwa benar-benar mampu memberikan dukungannya kepada proses pengambilan keputusan manajerial dan agar aplikasinya tepat, informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi harus memenuhi persyaratan kelengkapan, kemutakhiran, kehandalan, terolah dengan baik, tersimpan dengan rapi, dan mudah ditelusuri dari tempat penyimpanannya apabila diperlukan. Persyaratan-persyaratan tersebut hanya mungkin terpenuhi apabila data, yang merupakan bahan baku untuk informasi, digali dari sumber-sumber yang tepat dan dengan mutu yang tinggi. Teori ini perlu mendapat penekanan karena, seperti dimaklumi data tidak mempunyai nilai intrinsik dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, data yang dikumpulkan dari berbagai sumber memerlukan pengolahan lebih lanjut agar sifatnya berubah menjadi informasi yang memiliki nilai sebagai alat pendukung proses.

  1. Pengambilan keputusan

Dari segi inilah tahap penciptaan informasi harus dilihat. Menciptakan informasi tidak terlepas dari identifikasi dan penggalian sumber-sumber yang tepat. Sumber-sumber informasi yang dapat dan layak digali sangat bervariasi dari satu organisasi ke organisasi lain karena sangat tergantung pada proses pengambilan apa yang akan didukungnya dan untuk kepentingan apa informasi tersebut dipergunakan. Setiap orang yang pernah berkecimpung dalam kegiatan penanganan informasi pasti mengetahui bahwa sumber-sumber tersebut dapat berada di dalam suatu organisasi, seperti berbagai satuan kerja yang terdapat didalamnya akan tetapi dapat pula berada di luar organisasi yang bersangkutan. Instrumen untuk memperolehnya pun dapat beraneka ragam, seperti melalui penelitian, eksperimen. Baik eksperimen laboratorium maupun eksperimen lapangan, penyebaran kuesioner, wawancara, dan lain sebagainya.

Pentingnya identifikasi dan pengenalan sumber-sumber informasi yang pantas dan layak digarap semakin relevan untuk diperhatikan karena di samping lebih menjamin bahwa data yang dikumpulkan untuk diolah bermutu tinggi, juga karena proses penciptaan informasi tersebut diupayakan agar berlangsung dengan tingkat efisiensi yang tinggi.

  1. Pemeliharaan Saluran Informasi

Telah umum diketahui bahwa salah satu perkembangan pesat yang terjadi dalam era informasi dewasa ini ialah terjadinya “perkawinan” antara teknologi komunikasi dengan teknologi informasi. Akibatnya makin banyak saluran penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain, misalnya dari sumber informasi kepada penggunanya. Itulah yang dimaksud dengan saluran informasi multimedia. Baik secara internal maupun eksternal, saluran tersebut dapat berupa:

  1. a) Saluran melalui komunikasi lisan
  2. b) Saluran dengan menggunakan tulisan
  3. c) Komputer pada satuan-satuan kerja dalam organisasi yang on-line dengan komputer utama (mainframe)
  4. d) Saluran telepon, teleks, faksimile dan electronic mail.

Walaupun tidak semuanya mutlak menggunakan semua saluran tersebut, karena tergantung pada banyak faktor, seperti jarak, lokasi, persyaratan kecepatan penyampaian informasi dan berbagai faktor lainnya, yang jelas ialah bahwa berbagai saluran tersebut tersedia dan pemilikannya pun dewasa ini tidak lagi memerlukan biaya yang besar.

  1. Seleksi dan Transmisi Informasi

Tidak semua satuan kerja dan tidak semua orang yang terdapat dalam satu organisasi memerlukan informasi yang sama. Misalnya, satuan kerja yang menangani kegiatan produksi memerlukan informasi yang berbeda dengan informasi yang dibutuhkan oleh satuan kerja yang menangani sumber daya manusia.

Dengan kata lain, informasi yang dimiliki perlu diseleksi oleh berbagai pemakai informasi tersebut. Berarti mengetahui informasi apa yang dikirim kepada siapa dan untuk kepentingan apa menjadi sangat penting.

Seleksi informasi dapat dilakukan melalui:

  1. Analisis Data

Analisis data harus mampu menunjukkan berbagai alternatif yang mungkin ditempuh, baik dalam upaya mengembalikan situasi ekuilibrium maupun dalam memecahkan masalah.

  1. Analisis Berbagai Alternatif.

Jika pengambil keputusan dihadapkan kepada hanya satu alternatif dan ia memutuskan untuk menggunakan alternatif tersebut, yang bersangkutan sudah mengambil keputusan.

  1. Pemilihan

Jika dilakukan dengan cermat, analisis berbagai alternatif akan memberi petunjuk tentang alternatif yang sebaiknya digunakan karena akan membuahkan solusi yang paling efektif. Dengan kata lain, informasi yang dimiliki oleh organisasi perlu diseleksi oleh berbagai pemakai informasi tersebut. Sehinga organisasi mengetahui informasi apa yang dikirim kepada siapa dan untuk kepentingan apa pengiriman informasi tersebut, sehingga informasi dapat dikatakan tepat sasaran. Yang perlu ditekankan disi adalah pentingnya kemampuan memilih dan menggunakan sarana transmisi informasi yang tepat.

 

  1. Penerimaan Informasi Secara Selektif

Jika diatas telah ditekankan pentingnya kemampuan memilih informasi apa yang akan disampaikan kepada siapa dan untuk kepentingan apa, berarti penerima informasi pun perlu memiliki kemampuan untuk melakukan seleksi.

  1. Penyimpanan Informasi

Sebagai salah satu sumber daya strategis dalam organisasi, informasi yang telah terkumpul dan terolah dengan baik perlu disimpan dengan sebaik mungkin. Kegiatan penyimpanan informasi sangat penting karena pengalaman menunjukkan bahwa tidak semua informasi yang digunakan segera. Oleh karena itu, informasi yang telah diolah dengan mengeluarkan biaya tertentu jangan sampai hilang atau sukar ditelusuri apabila diperlukan.

Perkembangan teknologi informasi menunjukkan bahwa disamping ingatan manusia, terdapat berbagai alat penyimpan informasi yang dapat digunakan, misalnya sistem kartu, tape, microfilm, harddisk, floppy disk, dan sebagainya. Salah satu manfaat dari berbagai alat penyimpanan informasi yang sarat teknologi ialah penghematan biaya penyimpanan, terutama karena tempat yang diperlukan tidak lagi merupakan ruangan yang besar. Disamping itu, dengan sarana berteknologi tinggi, kemampuan informasi pun lebih terjamin.

 

  1. Penggunaan informasi

Sekarang ini umat manusia sudah berada pada era informasi, hal itu berarti bahwa informasi sudah menyentuh seluruh segi kehidupan dan penghidupan, baik pada tingkat individual, tingkat kelompok dan tingkat organisasi. Pada tingkat individu misalnya, aneka ragam informasi dibutuhkan termasuk informasi tentang pendidikan, kesehatan, situasi pasar berbagai produk yang diperlukannya untuk memuaskan kebutuhannya, lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya. Berbagai kelompok dimasyarakat, mulai dari rumah tangga dan kelompok-kelompok lainnya juga memerlukan informasi untuk berbagai kepentingan termasuk untuk memperlancar proses pengambilan keputusan oleh kelompok tersebut. Hal yang sama juga berlaku bagi organisasi, terlepas apakah organisasi tersebut bergerak di bidang Agama, politik, ketatanegaraan, kegiatan bisnis, mulai dari toko kecil hingga konglomerat yang bergerak di berbagai bidang bisnis dan yang wilayah operasinya mungkin mencakup seluruh dunia, sosial kemayarakatan dan pendidikan, kesehatan, penelitian dan pengembangan, dan lain sebagainya.

  1. Penilaian Kritis Dan Sistem Umpan Balik

Berhubungan dengan semua tahap yang telah disinggung di muka, diperlukan pula kegiatan penilaian yang kritis terhadap informasi. Seperti telah dibahas sebelumnya, sistem yang diperlukan dan yang digunakan dalam penilaian informasi adalah sistem yang mempunyai nilai aplikatif yang tinggi, artinya memberikan kontribusi nyata dalam memperlancar kegiatan manajemen operasi.

Agar penilaian dilakukan mencapai sasarannya, diperlukan serangkaian standar penilaian. Sasaran penilaian, antara lain:

  1. validitas informasi yang diterima
  2. signifikansi informasi tersebut
  3. Kegunaan spesifiknya, termasuk mendukung proses pengambilan keputusan,
  4. hubungan informasi tersebut dengan informasi lain.

 

  1. Pengaruh Manajemen/Kepala Sekolah Terhadap Penanganan Informasi

Menurut Henry Mintzberg (jogiyanto, 2009), ahli manajemen dari Kanada, manajer rnempunyai beberapa peran yang diklasifikasikan kedalam tiga kategori, yaitu peran hubungan personal (interpersonal), peran informasi (informational) dan peran keputusan (decisional). Peran interpersonal, yaitu peran hubungan personal dapat terdiri dari figur kepala (figure head), pemimpin (leader) dan sebagai penghubung (liaison). Sebagai figur kepala (figure head), manajer mewakili organisasi untuk kegiatan-kegiatan di luar organisasi. Sebagai pemimpin (leader), manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi dan mendukung bawahan-bawahannya. Sebagai penghubung (liaison), manajermenghubungkan personal-personal di semua tingkatan manaj emen. Peran informasi (informational), yaitu peran dari manajer sebagai pusat saraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yang paling mutakhir dan sebagai penyebar (disseminator) informasi ke seluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang informasi yang dimilikinya. Peran keputusan (decisonal) yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yang menangani gangguan (disturbance handler), sebagai orang yang mengalokasikan sumber-sumber daya (resource allocator) organisasi dan sebagai negosiator (negotiator) jika terjadi konflik di dalam organisasi. Untuk menjalankan peranannya, manajer-manajer di organisasi membutuhkan sistem infonnasi. Sistem-sistem informasi ini dapat digunakan oleh para kepala sekolah untuk mendukung kegiatan dan perannya.

Tabel Peran manajemen dan sistem informasi

 

Peran Manajer/ Kepala Sekolah

 

 

Sistem Informasi

Peran interpersonal

Pigurehead

 

 

   Leader

 

 

   Liasion  

 

Peran Infromasi

Nerve center

 

   Disseminator

 

 

   Spokesman

 

Peran Keputusan

Enterpreneur

 

  Distturbance handler

 

  Resource allocator

 

   Negotiator

 

Sistem informasi eksekutif, sistem informasi manajemen

 

Sistem informasi eksekutif, sistem informasi manajemen

 

Sistem otomatisasi kantor

 

 

Sistem informasi manajemen

 

Sistem otomatisasi kantor (e-mail dan website)

 

Sistem informasi manajemen

 

 

Sistem informasi manajemen

 

Sistem informasi manajemen

 

Decission support system (DSS)

 

Sistem informasi manajemen

 

Kepemimpinan merupakan inti manajemen karena kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap efektifitas sistem informasi yang digunakan dalam organisasi, sebagaimana juga pengaruhnya terhadap efektifitas berbagai sistem organisasi lain. Salah satu peranan dari orang-orang yang menduduki jabatan pimpinan dalam organisasi ialah peranan informasional. Dalam memainkan perannya tersebut pimpinan dapat bertindak selaku :

  1. Pencipta sistem informasi
  2. Penerima informasi
  3. Penyalur informasi
  4. Pemakai informasi
  5. Penilai informasi

Dengan berbagai peranan tersebut terlihat bahwa peranan kepemimpinan dalam organisasi mempunyai pengaruh yang sangat luas untuk pencapaian keberhasilan tujuan organisasi, untuk lebih menunjang hal tersebut pimpinan organisasi mau tidak mau harus dapat terlibat dalam seluruh tahapan penanganan informasi.

Beberapa peranan pemimpin tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut:

Pertama: Pimpinan organisasi memahami, mungkin lebih dari siapapun dalam organisasi, bahwa penguasaan dan pemilikan sarana komunikasi sangat menentukan peranan informasi dalam kehidupan organisasional.

Kedua: Pimpinan organisasi sangat mungkin memiliki berbagai informasi tentang organisasi dan tentang lingkungan yang turut menentukan keberhasilan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya yang tidak dimiliki oleh orang lain dalam organisasi bersangkutan.

Ketiga: Pimpinan organisasi menentukan filasafat organisasi untuk dijalankan oleh bawahan mereka, termasuk sistem informasi yang diciptakan, dipelihara, dan digunakan.

Keempat: Pimpinan organisasilah yang menentukan informasi apa yang akan disampaikan kepada siapa yang biasanya disertai petunjuk penggunaannya yang harus dikaitkan bukan hanya dengan tujuan dan berbagai sasaran yang ingin dicapai, akan tetapi juga dalam rangka peningkatan kinerja organisasi, berdasarkan prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, dan produktifitas kerja.

Kelima: Pimpinan organisasi merupakan sasaran pengiriman informasi oleh orang lain-baik didalam maupun diluar oeganisasi- dan para pimpinan itu pulalah yang berperan sebagai sumber informasi yang diperlukan oleh orang lain yang dalam berbagai bentuk mempunyai kepentingan terhadap keberhasilan organisasi.

Keenam: Karena peranan informasionalnya, pimpinan organisasi mempengaruhi penciptaan sistem informasi dan cakupan penyebarannya.

Ketujuh: Pimpinan organisasi menggunakan informasi untuk mempengaruhi opini orang lain tentang organisasi yang dipimpinnya dengan berbagai cara, tergantung pada siapa yang ingin dipengaruhi dan apa tujuannya.

Pimpinan organisasi perlu terlibat dalam seluruh tahap penanganan informasi. Dua sisi yang menonjol dari peranan pimpinan dalam penerimaan dan transmisi informasi di satu pihak serta pengambilan keputusan untuk ditindak lanjuti oleh para bawahannya di pihak lain. Dari sudut pandang kacamata kepemimpinan dua sisi yang menonjol ialah peranan pimpinan dalam penerimaan dan transmisi informasi disatu pihak serta pengambilan keputusan untuk menindaklanjuti oleh para bawahannya dipihak lain. Kedua sisi tersebut dapat digambarkan dalam bagan dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Tipe Informasi (Jogiyanto, 2009)

 

Selain memahami pengaruh kepemimpinan terhadap informasi dalam organisasi, keterlibatan pimpinan dalam penciptaan, pemeliharaan, dan penggunaan informasi juga sangat penting meskipun keterlibatan tersebut tidak selalu berarti melaksanakan sendiri berbagai kegiatan tersebut.

 

  1. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DI SMK

 

 

Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru. Untuk mengembangkan sistem ini, metode yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC)   dari Whitten, pendekatan ini mensyaratkan penyelesaian tiap proses satu persatu. Berikut ini tahapan-tahapan alam metode SDLC di ambil dari penelitian Achamad Sobari (sobari, 2011:52). (Mark McMurtrey, 2013) dari  University of Central Arkansas dalam jurnalnya mengatakan :

 

 

“The systems development life cycle (SDLC), while undergoing numerous changes to its name and related components over the years, has remained a steadfast and reliable approach to software development. Although there is some debate as to the appropriate number of steps, and the naming conventions thereof, nonetheless it is a tried-and-true methodology that has withstood the test of time.”

 

Model pengembang sistem informasi menggunakan model SDLC masih layak digunakan dalam membuat produk software yang akan menangani sistem informasi. SDLC dapat digambarkan seperti dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.1 The sequential or Waterfall Strategy (Whitten)

 

 

Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb :

 

  1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
  2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
  3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
  4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
  5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
  6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.

 

 

 

Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.

 

ANALISIS SISTEM

 

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem (Al Bahra, 2015):

  1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
  2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
  3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
  4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

Aktifitas yang dilakukan dalam analisis sistem harus dapat menjawab pertanyaan umum, sbb:

  1. Sistem baru apakah yang akan dibangun? atau
  2. Sistem apakah yang akan ditambahkan atau dimodifikasi pada sistem lama yang sudah ada?

Untuk itu secara detail harus dijawab pertanyaan-pertanyaan:

  1. Informasi apakah yang dibutuhkan?
  2. Oleh siapa?
  3. Kapan?
  4. Dimana?
  5. Dalam bentuk apa?
  6. Bagaimana cara memperolehnya?
  7. Dari mana asalnya?
  8. Bagaimana cara mengumpulkannya?

 

Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.

Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:

  1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan m
  2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
  3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
  4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
  5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan dissem
  6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll

 

Langkah dasar dalam proses desain:

  1. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.
  2. Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.
  3. Menerapkan kendala2 organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optim Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.
  4. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).

 

Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:

  1. Mengidentifikasn output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem (system’s goal)
  2. Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut
  3. Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field informasi yang diperlukan.
  4. Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input menjadi output yang diperlukan.
  5. Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan selama pemrosesan input menjadi output.
  6. Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.
  7. Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi Kebutuhan sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.
  8. Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
  9. Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.
  10. Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.

 

Langkah-langkah perancangan sistem informasi yang dijelaskan diatas secara umum berlaku pada semua organisasi, demikian juga untuk Sekolah Menengah Kejuruan, langkah atau prosedur diatas bisa diterapkan.

Beberapa jenis-jenis sistem informasi yang bisa dikembangkan di Sekolah Menengah Kejuruan menurut identifikasi penulis antara lain:

  1. Sistem Informasi Akademik,

Sistem Infromasi Akademik di SMK akan berfungsi untuk menggantikan pencatatan dan perekaman data secara manual khususnya dibidang:

  1. Pencatatan biodata siswa
  2. Pencatatan kelas siswa,
  3. Perekaman absensi
  4. Perekaman historis nilai siswa
  5. Perekaman historis perilaku laku siswa
  6. Perekaman prestasi siswa
  7. Perekaman Iuran komite, Osis dan lain-lain
  8. Sistem Informasi Manajemen Keuangan

Merekam data yang berhubungan dengan uang masuk dan pengeluaran, secara sistemmatis sesuai dengan kaidah-kaidah atau prinsip akuntansi.

  1. Sistem Informasi Asset Sekolah
  2. Sistem Informasi Supervisi Guru dan Karyawan
  3. Sistem Informasi Perpustakaan
  4. Sistem Informasi Absensi Guru dan Pegawai
  5. Pengembangan Sistem Informasi Smart Class.
  6. Sistem Informasi Pembelajaran Berbasis Online
  7. Sistem Informasi Ujian Berbasis Komputer

 

  1. Pemilihan Metode Pengembangan Sistem Informasi di Sekolah Menengah Kejuruan

 

Sistem Informasi yang akan di kembangkan di SMK tentunya agak sedikit berbeda dengan organisasi-organisasi lain, karena pada hakikatnya sebuah sekolah menengah kejuruan adalah suatu organisasi yang tidak mengerjar keuntungan.

Beberapa faktor menentukan pemilihan metode pengembangan sistem teknologi infonnasi. Faktor-faktor ini adalah ketersediaan paket, sumber daya sistem teknologi informasi, dampak dari sistem dan jadwal pemakaian sistem (Jogiyanto, 2009).

Prioritas pertama pemilihan metode pengembangan teknologi informasi (STI) umumnya adalah jatuh pada paket.Ketersediaan paket perlu diperiksa. Banyak paket yang tersedia untuk aplikasi STI yang umum, misalnya aplikasi akuntansi, operasi-operasi pokok perbankan dan lainnya. Untuk aplikasi yang khusus, misalnya untuk pernasalahan unik, biasanya tidak tersedia paketnya, sehingga harus dikembangkan sendiri. Dengan demikian, ketersediaan paket merupakan faktor penentu apakah akan membeli paket atau men gembangkan STI sendiri.

Jika paket tidak tersedia, prioritas kedua biasanya jatuh pada outsourcing. Penentuan apakah akan dikerjakan dioperasikan oleh pihak ketiga (outsourcing) atau dikembangkan sendiri (insourcing) ditentukan oleh faktor kemampuan sumber daya (resources) dari departemen sistem teknologi informasi. Jika departemen STI tidak mempunyai sumber daya yang baik, misalnya tidak mempunyai analis dan programmer

yang berkualitas dan tidak mempunyai teknologi yang memadai, pilihan biasanya jatuh pada outsourcing.

Jika keputusan akan dikembangkan secara internal (insourcing), biasanya yang dipertimbangkan selanjutnya adalah metode pengembangan STI oleh pemakai sistem end user development  (EUD) atau end user computing (EUC). Faktor penentu pengembangan STI oleh pemakai sistem adalah dampak dari STI yang akan dikembangkan. Jika dampaknya sempit. Yaitu hanya pada individu pemakai sistem yang sekaligus pengembang sistem itu saja,  maka EUC dapat dilakukan. Sebaliknya jika dampaknya luas sampai ke organisasi, pengembangan sistem dengan EUC akan berbahaya, karena jika terjadi kesalahan, dampaknya akan berpengaruh pada pemakai sistem lainnya atau pada organisasi secara luas.

Metode berikutnya yang perlu dipertimbangkan setelah metode EUC adalah metode prototyping. Pertimbangan memilih metode ini adalah jadwal pemakaian STI yang hams segera tidak dapat menunggu terlalu lama lagi. Metode prototyping banyak

digunakan untuk mengembangkan STI yang harus segera dioperasikan jika tidak permasalahan yang akan diselesaikan oleh STI sudah menjadi basi dan proses pengambilan keputusan menjadi terlambat.

Jika jadwal pemakaian sistem masih lama dalam arti STI tidak harus diselesaikan dan dioperasikan dengan segera, metode SDLC dapat dipilih. Jika jadwal pengembangan STI longgar dan pengembang sistem mempunyai cukup banyak waktu untuk mengembangkan sistem secara utuh, metode SDLC mempakan metode yang tepat. Diagram alir berikut ini menunjukkan proses pemilihan metode pengembangan STI berdasarkan faktor-faktor yang dipenimbangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Pemilihan metode-metode pengembangan Sistem Teknologi Informasi (STI)

Dari uraian diatas pengembangan sistem teknologi informasi di SMK bisa menjadi pedoman secara teknis. Aspek nonteknis tentunya juga menjadi pertimbangan misalnya anggaran yang tersedia. Pada saat ini paket aplikasi yang dibuat untuk sistem informasi di sekolah-sekolah atau khususnya SMK sudah lumayan banyak, misalnya Sistem Informasi Perpustakaan, Akademik, Keuangan, dan lain-laian. Beberapa bahkan tersedia dalam bentuk free lisensi misalanya SISFOKOL yang dikembangkan oleh salah satu penggiat free lesensi, Senayan untuk aplikasi perpustakaan, JIBAS / jaringan berbasis sekolah dan lain-lain. Namun paket-paket aplikasi yang tersedia secara general / umum, pada saat implementasi butuh penyesuaian-penyesuaian agar sesuai dengan kriteria dan karakterisitik yang diinginkan oleh pemakai. Pada saat dibutuhkan penyesuaian aplikasi oleh pemakai, para umumnya para pengembang aplikasi akan meminta bayaran untuk penyesuaian tersebut, Tarif akan tergantung dari luas, lama atau tidaknya modifikasi aplikasi yang lakukan oleh pengembang aplikasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

  1. Delapan tahap penting dalam penanganan informasi, menurut Gordon B. Davis yaitu: penciptaan Informasi, pemeliharaan saluran informasi, seleksi nformasi, penerimaan informasi, penyimpanan informasi, penelusuran informasi, penggunaan informasi. penilaian kritis dan umpan balik.
  2. Pimpinan organisasi perlu terlibat dalam seluruh tahap penanganan informasi. Dua sisi yang menonjol dari peranan pimpinan dalam penerimaan dan transmisi informasi di satu pihak serta pengambilan keputusan untuk ditindak lanjuti oleh para bawahannya di pihak lain.
  3. Sistem Informasi yang akan di kembangkan di SMK gak berbeda dengan organisasi-organisasi lain, karena pada hakikatnya sebuah sekolah menengah kejuruan adalah suatu organisasi yang tidak mengerjar keuntungan. Beberapa faktor menentukan pemilihan metode pengembangan sistem teknologi infonnasi. Faktor-faktor ini adalah ketersediaan paket, sumber daya sistem teknologi informasi, dampak dari sistem dan jadwal pemakaian sistem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Al Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015)

 

Abdul Aziz Wahab, Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan: Telaah Terhadap organisasi dan Pengelolaan Organisasi Pendidikan (Bandung, Alfabeta 2008)

 

Dr. Oemar Hamalik, Pengelolaan Sistem Informasi, (Bandung: Trigenda Karya, 1993)

Drs. Pawit M, Yusup, Pedoman Mencari Sumber Informasi, (Bandung: Remadja Karya CV, 1988),

http://quod.lib.umich.edu/j/jsais/11880084.0001.103/–case-study-of-the-application-of-the-systems-development?rgn=main;view=fulltext diakses tanggal 25 September 2016.

 

European Centre for the Development of Vocational Training, Vocational education and training at higher qualification levels, (Luxembourg:  Publications Office of the European Union, 2011)

 

A Case Study Of The Application Of The Systems Development Life Cycle (Sdlc) In 21st Century Health Care: Something Old, Something New?

 

A Systems Approach to Information Technology (IT) Infrastructure Design for Utility Management Automation Systems

 

Life Cycle Approaches The road from analysis to practice, United Nations Environment Programme Division of Technology, Industry and Economics (DTIE)

 

Hanif Al Fatta M.kom, Pendekatan-Pendekatan Pengembangan Sistem, Jurnal

CV

Randy Urbance , Systems Approaches to Information Systems (Jurnal, November 28, 2000)

 

HM Jogiyanto, Sistem Teknologi Informasi (Yogyakarta:Andi, 2009)

 

HM Jogiyanto, Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisni, (Yogyakarta: Andi, 2005)

 

 

 

Ian Sommaerville, Software Enginering Rekayasa Perangkat Lunak Jild 1 (Jakarta: Erlangga, 2003)

 

Ian Sommaerville, Software Enginering Rekayasa Perangkat Lunak Jild 2 (Jakarta: Erlangga, 2003)

 

Richard A Jhonson. The Theori and Management of System Third Edition ( Tokyo: Koghakusha LTD.)

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Sistem Informasi Akademik Kurikulum 2013 SMK Revisi Terbaru Panduan Penilaian Desember 2015

Sistem Informasi Akademik Kurikulum 2013 SMK Revisi Terbaru Panduan Penilaian Desember 2015, dibuat untuk menyesuaikan dengan panduan penilaian kurikulum 2013, Desember 2015. Pada panduan penilaian terbaru nilai sudah kembali ke rentang 1-100, tidak ada nilai sikap (huruf) pada raport, namun penilaian sikap dideskripsikan pada raport halaman khusus.

Pada Sistem Informasi Akademik ini ada 3 bagian penting:

  1. Bagian Admin, menu-menu yang tersedia adalah : Data master, Cetak Raport, Cetak Leger, dan Isi nilai. Dalam implementasinya cetak raport harus dilakukan oleh Waka/Staf Kurikulum, untuk menjamin keabsahan raport yang dicetak. Bila suatu ketika ada penggantian raport dan hal-hal lain maka bisa dikontrol oleh bagian kurikulum. Aplikasi yang disediakan adalah berbasis Desktop.
  2. 1 Menu Data Master 2 Menu Nilai 3 Menu Laporan 4 Login 5 Input Nilai 6 Buat Leger nilai 7 Cetak raport 8 Raport-hal-1 9 Raport-hal-2 10 raport hal 3 11 raport Hal 4 12 rapor Hal 5 13 raport Hal 6 14 Raport Hal 6 biodata_siswaBagian Guru, untuk guru disiapkan aplikasi berbasis WEB untuk memudahkan entri nilai. Setelah guru login maka akan di berikan daftar matapelajaran dan kelas yang diajar sesuai dengan jadwal.

0 Menu Login Guru 1 Web login 2 input_nilai 2_isinilai_guru 3_input deskripsi1 4.cetak_nilai_olehGuru 5 cetak_nilai_olehGuru2_

3. Wali kelas, Aplikasi untuk wali kelas juga berbasis web, ada 3 menu penting, yaitu:

  • Biodata, Biodata siswa untuk Raport
  • Leger Nilai, leger nilai tidak perlu diproses tapi akan bersifat dinamis, sesuai yang dientri oleh guru.
  • Isi Raport untuk halaman keterangan (bukan nilai) seperti kehadiran, Deskripsi nilai sikap, tempat prakrin, ekstra kulikuler dan l
  • Wali Kelas biodata_siswa_walikelas Wali kelas Entri_raport_keterangan_walikelas Wali Kelas Leger leger_dinamis Wali kelas Menu

Mohon maaf bila selama ini beberapa pertanyaan dan permintaan tidak bisa dilayani, bila ada yang berminat silakan hubungi http://www.cumacoder.com, Thanks semoga akan membawa manfaat bagi sekolah.

Dipublikasi di Komputer | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Sistem Informasi Akademik SMK Kurikulum 2013

Sistem Penilaian kurikulum 2013, seperti tertuang dalam Permen No 104 tahun 2014 Tentang penilaian, lumayan rumit bagi guru. Kami berusaha mengembangkan Sistem Informasi Akademik, yang bisa mengakomodir kebutuhan pelaporan-pelaporan pada SMK. Sistem ini dibangun berbasis Web dan Desktop, Aplikasi berbasis web di rancang untuk digunakan oleh guru-guru atau berbagai user pengguna. Sedangkan berbasis desktop digunakan khusus oleh Administrator yang mengelola pelaporan dll. Fungsi-fungsi yang terdapat pada sistem yang dibangun antaralain:

  1. Pengelolaan Absensi Guru dan Siswa sampai pada pelaporannya.
  2. Mengirimkan SMS kepada guru yang telat masuk ataupun alfa
  3. Menjawab SMS dari orang tua siswa, tentang kehadiran dan rekap kehadiran
  4. Menjawab SMS orang tua tunggakan sumbangan Komite (bila ada)
  5. Menampilkan absensi realtime dan pengumuman penting yang bisa diakses dari mana saja, disarankan dipakai diruang guru dengan Montor LCD Televisi besar, (asal terkoneksi internet, penting untuk kepala sekolah)
  6. Entri Nilai Online dalam jaringan LAN atau Internet, pengoperasian sangat mudah bagi guru (Input nilai bisa rentang 1-100, atau rentang 1-4)
  7. Mencetak Rapor MID semester
  8. Mencetak Rapor Semester, Deskripsi sudah otomatis ada berdasarkan pencapaian siswa pada KD yang diajarkan
  9. Guru hanya bisa memasukkan nilai pada pelajaran dan kelas sesuai yang tertera dijadwal mengajarnya. (tidak bisa melihat atau memasukkan nilai kelas lain ataupun pelajaran lain)
  10. Mencetak daftar siswa, biodata, rekap siswa dll

absensi guru Capture information Board input jadwal proses rekap absen siswa rekap absen UTs

Dipublikasi di Agama | 5 Komentar

Analisis Butir Soal Uraian …

Bapak ibu guru tentunya sudah tidak asing lagi dengan Analsisi butir soal, namun kebanyakan yang tutorial yang ada adalah analisis butir soal untuk pilihan ganda. Padahal pada kenyataannya guru lebih banyak menggunakan soal essay dalam menguji para siswanya.

Pada prinsifnya analisis butir soal pilihan ganda dan essay adalah sama, teori yang digunakan dalam menganalisis juga sama yaitu: tingkat kesulitan soal dan daya beda soal.a

1_analisis 2_analisis 3_analisis

Aplikasi ini dibuat dengan Microsoft Excel, diharapkan Bapak/Ibu guru yang akan menggunakan dengan mudah bisa memodifikasi sesuai kebutuhan. Pengguna aplikasi ini hanya memasukkan data perolehan skor dan nama siswa pada sheet data, selanjutnya analisis sudah bisa diperoleh tanpa harus membuat rumus-rumus lagi. Nah Bapak/Ibu guru atau calon guru yang berminat bisa mengunduh aplikasi in disini https://docs.google.com/file/d/0B4aCwLYneXJnOG1wRjdieGtDenc/edit?usp=sharing

Semoga bermanfaat

Dipublikasi di Komputer, Pendidikan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

PROGRAM SIM NILAI AKADEMIK SMK (REVISI)

Program nilai akademik ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan disekolah kami,  pengembangan ini sudah dilakukan cukup lama yaitu sejak tahun 20120, namun karena kesibukan ditempat tugas tidak bisa sepenuhnya memperbaiki kekurangan dari software tersebut.

Program Nilai Akademik untuk SMK cukup rumit dibandingkan dengan program untuk SD, SMP ataupun SMA, karena pada pelajaran produktif tidak ada mata pelajaran walaupun ada disebut clustering yaitu penggabungan dari beberapa Standar Kompetensi.

Adapun fitur-fitur keunggulam program yaitu:

1. Entri nilai perkelas bisa dilakukan melalui web (guru dapat menginput nilai dari mana saja) dan desktop
2. Bisa cetak Raport MID, Ulangan Blok, dan Raport SEMESTER
3. Cetak Leger Nilai yang bisa diformat sesuka hati pada EXCEL
4. Daftar Siwa Remedial.
5. Daftar Nilai Perkelas
6. Daftar Analisis Nilai
7. Cek nilai dari web

INPUT NILAI (DESKTOP)

Input Nilai (desktop)

Input Nilai (desktop)

CETAK RAPORT MID/BULAN/BLOK

Raport MID/BLOK/Bulanan

CETAK RAPORT SEMESTER (HALAMAN DEPAN)

halaman_depan Raport SEMESTER

HALAMAN DAFTAR NILAI

Halaman Raport Nilai

HALAMAN DAFTAR NILAI

hal_nilai2

DAFTAR SISWA HARUS REMEDIAL

remedial

REKAPITULASI NILAI

analisis_nilai

INPUT NILAI MELALUI WEB

input_nilai_web

 

google-site-verification: google21ec6e5b56ba68dc.html

Dipublikasi di Pendidikan | Tag , , , , , , , , , | 8 Komentar

Program Simulasi SNMPTN / Try Out SNMPTN

Program Simulasi SNMPTN adalah program yang didesain untuk digunakan oleh lembaga pendidikan seperti Bimbingan Tes/Bimbingan Belajar,  Sekolah dll. Mulai dari proses pendaftaran dibuat semirip mungkin dengan SNMPTN yang sesungguhnya, jika tahun-tahun sebelumnya proses pendaftaran dimulai dengan membeli formulir, maka program juga membaca formulir pendaftaran. Untuk pendaftaran online maka program juga menyesuaikan diri membaca biodata peserta dari database online.

Program ini bekerja sama dengan program pembaca LJK yang sudah ada baik OMR, DMR ataupun yang lain, yang penting program tersebut bisa menghasilkan file text dari pembacaan hasil scan.

Cara kerja program adalah sebagai berikut:

  1. Seluruh data universitas beserta program studi pilihan dimasukkan kedalam database
  2. Lembaga Pendidikan membuat prediksi Passinggrade masing-masing Prodi Pilihan, berdasarkan fakta dan data yang ada dan memasukkan kedalam database.
  3. Program Melakukan pembacaan terhadap LJK hasil ujian /TO SNMPTN (yang sudah di scan OMR/DMR)
  4. Program melakukan pembacaan Biodata siswa dan mengambil pilihan prodi serta universitasnya
  5. Program memberi keputusan peserta simulasi /TO diterima atau ditolak pada Uiversitas dan Prodi yang dipilhnya.

Dipublikasi di Komputer, Pendidikan | Meninggalkan komentar